Review Buku Flow di Era Socmed – Hernowo Hasim

Buku ini sebenarnya pengembangan dari Buku Mengikat Makna yang juga ditulis oleh Hernowo Hasim. Hanya saja di buku ini fokus membahas kalau menulis mengalir bebas itu bisa meningkatkan Kecakapan Komunikasi Anda. Dari speaking, reading, writing, dan listening.

Mungkin ada yang mengerutkan dahi dan bertanya “loh kok bisa hanya dengan menulis mengalir bebas meningkatkan kecakapan komunikasi?”

Ya, untuk itulah Saya membagikan review ringkas yang insyaaAllah Anda akan dapatkan pemahaman dari Buku Flow di Era Socmed karya Hernowo Hasim.

Menciptakan Ruang Private

Di bagian awal Hernowo menyampaikan pentingnya masuk ke ruang private sebelum menulis. Bertujuan agar Anda mampu menulis dengan bebas dan mengalir. Tanpa terfokus tata bahasa, struktur tulisan, dsb.

Walau di sekitar Anda ada banyak orang. Anda tetap mesti membayangkan kalau Anda seolah olah seorang diri saja.

Menulis di ruang private bisa dipraktekkan dalam menulis konten (sepemahaman saya begitu). Karena Hernowo menyampaikan kondisikan pikiran Anda untuk masuk ke ruang private. Pilih buku bergizi (berkualitas dan berbobot) atau dari video atau audiobooks lalu tuliskan apa yang sudah didapat.

Baca juga Review Buku Freewriting – Hernowo Hasim

Sepemahaman Saya sebagai blogger. Teknik ini membantu untuk menulis konten. Dan ini bukan plagiat, selama penulis mencampurkan apa yang sudah didapat dengan opini yang dimilikinya.

Apa lagi opini bisa berupaya pengalaman atau buku yang pernah dibaca. Justru itu semakin menguatkan.

membaca secara perlahan adalah proses memasukkan kata-kata.

Membaca seperti Ngemil

Membaca kegiatan yang cukup berat. Karena butuh fokus dan konsentrasi yang tinggi. Hernowo memberikan tips agar membaca sedikit demi sedikit atau ia menyebutkan Membaca seperti Ngemil.

Ia mengilustrasikan seperti kita memakan kacang. Kalau kita memakan kacang sekaligus akan sulit untuk mengunyahnya. Justru kenikmatan memakan kacang saat sedikit demi sedikit. Masuk akal ‘kan?

Aktivitas ini ia tandai sebagai memasukkan kata-kata ke dalam pikiran. Guna saat menulis kita jauh lebih lancar dan bebas. Mustahil seorang penulis ingin mahir menulis namun tak suka baca.

Ada pun tips dalam pemilihan buku, Hernowo menyarankan untuk mencicipinya terdahulu. Apakah buku tersebut benar benar bagus atau tidak.

Dengan cara membuka acak bagian buku tersebut. Bila dibaca begitu mengasyikkan dan ngalir itu tandanya buku tersebut memang bergizi.

Meningkatkan Kecakapan Komunikasi dengan Menulis BEBAS

“Ilmu itu bukan dikonsumsi, tetapi diproduksi” Jean Piaget (Psikologi asal Swiss)

Menulis dan berbicara adalah kemampuan memproduksi dan menyimak dan mendengarkan adalah input informasi masuk ke pikiran kita.

“Lalu dimana letak Kecakapan Komunikasi bisa meningkat?”

Oke, pertanyaan yang bagus.

Ketika Anda membaca buku dengan dilafalkan atau membaca lantang. Sebenarnya itu sedang melatih kemampuan berbicara dan mendengar (menyimak) Anda.

Hernowo sangat menyarankan untuk membaca lantang agar telinga lahir kita terbiasa menyimak. Dengan membaca lantang dan dilakukan secara perlahan itu membantu Anda untuk memahami apa yang Anda baca.

Saat Anda mendapatkan pemahaman dari yang Anda baca. Anda bisa segera menuliskan pemahaman tersebut di ruang private seperti yang sudah disampaikan di awal. Karena dengan mendapatkan pemahaman Anda harus segera menuliskannya agar tak lupa.

“Ilmu itu ibarat binatang buruan, maka ikatlah dengan menulis” Ali bin Abi Thalib r.a.

Intinya:

  1. Membaca seperti ngemil atau proses memasukkan kata-kata ke pikiran melatih Reading Skill Anda
  2. Membaca lantang melatih Speaking dan Listening Skill
  3. Menuliskan pemahaman dari apa yang Anda baca melatih Writing Skill
  4. Menulis di ruang private (seolah olah hanya Anda sendiri) bisa menciptakan tulisan dengan ciri khas Anda.

Gimana menarik kan?[]

beli bukunya: ke sini atau di Google Playbook.

images: unsplash.com